Senin, 20 Desember 2021

KETAHANAN NASIONAL DI MASA PANDEMI COVID-19

| |

Blog ini dibuat untuk memenuhi tugas proyek kewarganegaraan, saya memilih materi ketahanan nasional dan mengaitkannya dengan keadaan pandemi Covid-19 saat ini. Semoga blog ini bermanfaat bagi pembaca.


Identitas :

Nama     : Intan Nurul Aini

NIM       : 200151602806

Offering : G-14 Pendidikan Kewarganegaraan

Tugas     : Proyek Kewarganegaraan


KETAHANAN NASIONAL DI MASA PANDEMI COVID-19

Ketahanan Nasional merupakan suatu kondisi dan konsepsi pembangunan nasional dalam rangka pencapaian tujuan dan cita-cita bangsa. Menurut Suryomataraman ketahanan nasional dipahami sebagai konsepsi, kondisi, dan strategi. Ketahanan nasional sebagai konsepsi atau ajaran asta gatra yang terdiri atas tri gatra dan panca gatra khas Indonesia untuk dapat menanggulangi ancaman. Ketahanan nasional sebagai kondisi yang dinamis artinya dapat meningkat atau menurun diukur berdasarkan asta gatra. Ketahanan nasional sebagai strategi dipandang sebagai cara atau pendekatan dengan konsepsi atau ajaran asta gatra yang mengikutsertaan segala aspek alamiah dan sosial guna diperhitungkan dalam menanggulangi ancaman yang ada. Ketahanan nasional dianggap tangguh apabila dapat menghadapi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, Dan Gangguan) yang ada serta mampu mengatasinya. Adapun asa-asas ketahanan nasional berdasarkan Lemhannas, 2000:99-11, yaitu:

1.     Asas kesejahteraan dan keamanan, asas ini merupakan hal yang wajib terpenuhi bagi seluruh warga negara karena kesejahteraan dan keamanan menjadi indikator ajeg atau tidaknya ketahanan nasional.

2.  Asas komprehensif, mencakup semua aspek kehidupan yang berkaitan dalam bentuk perpaduan secara seimbang, selaras, dan serasi.

3.  Asas kekeluargaan, mencakup sikap keadilan, gotong-royong, tanggung jawab dalam bermasyarakat, dan kebersamaan.

Kedudukan dari ketahanan nasional dan wawasan nusantara yaitu sebagai landasan yang konseptual, didasarkan pada Pancasila sebagai landasan idiil dan UUD sebagai landasan konstitusional dalam paradigma pembangunan nasional. Fungsi ketahanan nasional yaitu agar tidak ada pola piker yang sektoral atau untuk menjamin pola piker, sikap, dan tindakan tetap sejalan dalam menyatukan cita-cita bangsa antar wilayah, sektoral, maupun multidisiplin. Selain itu, juga sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor secara terpadu sesuai rancangan program yang telah dibuat.

Pandemi Covid-19 dengan kasus lebih dari 274 juta di dunia menjadi suatu tantangan bagi stabilitas ketahanan nasional Indonesia baik secara internal maupun eksternal. Di Indonesia sendiri, menurut data dari Our World in Data terhitung hingga bulan Desember 2021 ini tercatat 4,26 juta kasus dengan 144 ribu jiwa meninggal. Kerugian ekonomi pada tahun 2020 yang merupakan dampak adanya pandemi Covid-19 ini diperkirakan mencapai 1.356 triliun akibat dari kegiatan manusia yang terhenti di segala sektor. Lemhannas menjelaskan bahwa dalam menjaga stabilitas ketahanan nasional ada beberapa aspek yang harus dipenuhi, yaitu ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, geografi, demografi, sumber daya alam, dan keamanan negara. Semua aspek tersebut terdampak akibat adanya pandemi Covid-19.

Ketahanan ideologi melemah akibat dari Covid-19 ini karena situasi sosial, politik, dan ekonomi yang juga melemah. Kecanggihan teknologi dan tingginya frekuensi penggunaan media sosial di masa pandemi memunculkan berbagai aksi intoleransi, radikalisme, dan ekstrimisme dalam bentuk teknologi digital yang diselipkan melalui dakwah maupun kegiatan-kegiatan propaganda (Hastangka, 2021). Masuknya ideologi baru juga semakin mudah melalui media sosial yang berpotensi memperlemah ketahanan nasional, maka perlu diperkuat dengan mengembalikan nilai-nilai pancasilanya.

Pada aspek geografi, penyebaran kasus positif yang dikategorikan sebagai episentrum atau wilayah yang berpotensi menjadi sumber penyebaran ke wilayah lainnya, dibutuhkan sinergitas antara masyarakat dan pemerintah untuk dapat menahan diri berada di wilayahnya masing-masing (Muhyiddin & Hadi, 2020). Tidak kabur karantina, bersikap jujur jika sakit, dan mematuhi protokol kesehatan yang ada dapat membantu mengurangi peningkatan kasus positif, sehingga wilayah yang kita diami bisa aman.

Di aspek sumber daya alam, keanekaragaman hayati sumber minuman herbal seperti jahe atau kencur dapat digunakan sebagai salah satu cara melegakan tenggorokan atau hidung tersumbat akibat Covid-19. Namun dengan adanya jahe atau kencur tidak dapat digunakan sebagai pengobatan yang utama, karena pengobatan utama adalah obat yang diresepkan dokter untuk penderita Covid-19. Jadi minuman herbal ini hanya sebagai pendamping obat saja.

Di aspek geografi, terkait perpindahan penduduk dari zona merah ke zona hijau atau kuning ini cukup berbahaya karena dapat meningkatkan kasus positif di zona yang cuup aman itu. Apalagi orang tanpa gejala atau OTG sulit dideteksi, maka diperlukan solidaritas dari masyarakat untuk saling bahu-membahu mengurangi potensi penularan Covid-19. Dengan begitu kasus perlahan-lahan bisa turun.

Pada aspek politik, adanya kepercayaan masyarakat yang terus menurun kepada pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 juga mengancam ketahanan nasional. Mulai dari diperbolehkan adanya pemilu disaat pandemi, padahal kegiatan yang lainnya sangat susah memperoleh izin hingga isu-isu meningkatnya kasus positif setiap akan adanya hari besar seperti hari raya atau tahun baru. Sebenarnya kebijakan yang dibuat pemerintah ini juga demi kebaikan bersama, maka masyarakat perlu mendukungnya. Pemerintah juga memberikan kesempatan apabila ada kritik dan masukan masyarakat diperkenankan untuk menyampaikannya.

Pada aspek ekonomi, banyak pekerja yang di PHK karena di tengah pandemi perusahaan kesulitan untuk menggaji karyawannya. Akibat dari PHK itu, masyarakat tidak memiliki pemasukan yang tetap setiap bulannya dan mereka memilih untuk tidak membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang tidak mendesak, sehingga daya beli masyarakat menurun. Selain itu, masyarakat juga kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari karena semua bahan pangan harganya ikut meningkat. Karena masyarakat yang memilih untuk tidak membelanjakan uangnya itu, UMKM juga kesulitan mendapatkan penghasilan. Dampak yang terakhir yaitu terganggunya ekspor impor. Pemerintah dengan   cepat menyalurkan  bantuannya kepada masyarakat yang terdampak, seperti bantuan sosial berupa sembako atau uang, bantuan keringanan UKT bagi mahasiswa, dll.

Di aspek ketahanan sosial budaya, adanya perubahan sosial budaya seperti kegiatan yang biasanya dilakukan secara gotong-royong, di masa pandemi Covid-19 ini perlahan-lahan luntur. Tidak lain karena adanya pembatasan kegiatan, interaksi, dan sosialisasi masyarakat dengan adanya program pemerintah social distancing. Melemahnya nilai budaya ini akan mengancam stabilitas ketahanan sosial budaya yang selama ini melekat pada diri bangsa Indonesia.

Pada aspek ketahanan, pertahanan, dan keamanan negara pandemi Covid-19 ini menjadi ancaman bagi negara khususnya terkait kebijakan pembebasan narapidana. Selain itu munculnya kejahatan melalui media sosial yang secara terang-terangan dilakukan tanpa memperhitungkan akibat yang terjadi. Kejahatan di media sosial itu seperti cyber crime, hoax, penipuan, hingga manipulasi data. Contohnya hoax mengenai vaksin yang di dalamnya berisi chip, atau hoax mengenai orang yang vaksin akan berubah menjadi zombie, dll. Hoax seperti ini dapat menimbulkan ketakutan masyarakat untuk vaksin, padahal vaksinasi yang dilakukan untuk kebaikan bersama dalam membentuk herd immunity atau populasi yang kebal terhadap penyakit menular.

 

REFERENSI

Hastangka. (2021). Ketahanan Ideologi (Pancasila) di Masyarakat Pada Masa Pademi Covid 19. Ideological Resilience (Pancasila) in Society During Covid 19 Pandemic. Jurnal Kajian Lemhannas RI9(1), 471–490. http://jurnal.lemhannas.go.id/index.php/jkl/article/view/203

Muhyiddin, & Hadi, S. (2020). Sinergi Prioritas Program Kerja Pemerintah 2020-2024 dengan Kerangka Ketahanan Nasional dalam Penanganan Covid-19. Media Perencana1(1), 127–136. https://mediaperencana.perencanapembangunan.or.id/index.php/mmp/article/view/8/8

 

0 komentar:

Posting Komentar

METAMORFOSIS

  Hari Minggu yang cerah, Aldi dan Hana pergi ke taman untuk menangkap seekor kupu-kupu. Kupu-kupu adalah hewan yang cantik bukan? Sayapnya ...

Popular Posts

Blogger templates

Blogroll

About

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger templates

 

Designed by: Compartidísimo
Images by: DeliciousScraps©